Rabu, 31 Mei 2023
Pancasila sebagai ideologi mengarahkan negara dan masyarakat Indonesia dalam membangun negara yang demokratis, adil, dan berkeadilan sosial. Pancasila bukan hanya sebagai dasar hukum dan negara, tetapi juga sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Sebagai ideologi, Pancasila terus berkembang dan diinterpretasikan sesuai dengan kebutuhan zaman. Peringatan hari lahir Pancasila adalah momen yang tepat untuk merefleksikan nilai-nilai Pancasila, memperkuat kesatuan dan persatuan, serta membangun masyarakat yang adil, demokratis, dan berkeadilan sosial sesuai dengan semangat Pancasila. Dalam menjaga dan mengenalkan Pancasila kepada para generasi muda khususnya di wilayah Kelurahan Takera, Karang Taruna "Karya Bhakti" Kelurahan Takeran bersama mahasiswa-mahasiswi KKN-T dari Universitas Surabaya (UNESA) mengadakan kegiatan pengecatan monumen Pancasila yang berada di lapangan olahraga Kelurahan Takeran. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka menyambut Hari Lahir Pancasila tahun 2023.
Sejarah Pancasila bermula pada masa awal kemerdekaan Indonesia. Berikut rangkuman sejarah penting terkait dengan perkembangan Pancasila:
-
Pidato 1 Juni 1945: Pada tanggal 1 Juni 1945, Soekarno, presiden pertama Indonesia, menyampaikan pidato di hadapan Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Dalam pidatonya, Soekarno mengusulkan empat asas yang akan menjadi dasar bagi negara Indonesia merdeka, yaitu nasionalisme, internasionalisme, kesejahteraan sosial, dan ketuhanan.
-
Sidang BPUPKI: Pada bulan Juni dan Juli 1945, BPUPKI mengadakan beberapa sidang untuk membahas dan merumuskan dasar negara Indonesia. Selama sidang tersebut, ide-ide dan pandangan dari berbagai kalangan dikemukakan. Akhirnya, pada tanggal 18 Agustus 1945, terbentuklah Panitia Sembilan yang bertugas merumuskan dasar negara.
-
Piagam Jakarta: Pada tanggal 22 Juni 1945, Panitia Sembilan yang dipimpin oleh Soekarno dan Mohamad Hatta, mengeluarkan Piagam Jakarta. Piagam ini memuat lima sila yang menjadi dasar negara, yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, dan Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.
-
Proklamasi Kemerdekaan: Pada tanggal 17 Agustus 1945, Soekarno dan Hatta secara resmi memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Pancasila menjadi dasar negara yang diakui oleh pemerintah dan menjadi pijakan dalam menyusun konstitusi negara.
-
Pembahasan UUD 1945: Setelah kemerdekaan, Pancasila menjadi pokok-pokok pikiran dalam penyusunan Undang-Undang Dasar 1945 (UUD 1945). Pembahasan UUD 1945 dilakukan oleh Badan Konstituante pada tahun 1959 hingga 1960 dan akhirnya disahkan pada tanggal 18 Agustus 1945.
-
Penetapan Pancasila sebagai Ideologi Negara: Pada tahun 1966, melalui Tap MPRS No. XXV/1966, Pancasila secara resmi ditetapkan sebagai ideologi negara. Hal ini menegaskan bahwa Pancasila menjadi panduan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara serta merupakan landasan bagi semua kebijakan pemerintah.
-
Penjagaan dan Pengembangan Pancasila: Pancasila terus dijaga dan dikembangkan melalui berbagai upaya, seperti pendidikan Pancasila di sekolah-sekolah, penanaman nilai-nilai Pancasila melalui berbagai program pemerintah, dan pengawasan oleh lembaga-lembaga negara, seperti Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).
Sejak itu, Pancasila menjadi ideologi negara yang memainkan peran penting dalam kehidupan politik, sosial, dan budaya Indonesia. Pancasila menjadi pijakan dalam pembentukan kebijakan pemerintah, menjaga persatuan dan kerukunan, serta menjadi acuan dalam mengatasi berbagai tantangan dan perubahan di masa depan..
JANGAN SAMPAI GENERASI MUDA BANGSA INI LUPA DAN TIDAK TAHU TENTANG PANCASILA !!!
Dalam rangka menggalang rasa persatuan dan kesatuan antar desa, antar pemuda, dan seluruh lapisan masyarakat serta menciptakan rasa persahabatan melalui olah raga sepakbola di Kabupaten Magetan. Pemerintah Kelurahan Takeran bersama Lembaga Pemberdayaan Masyrakat (LPM) Karang Taruna Kharya Bhakti Kelurahan Takeran dan Penggerak Olahraga Masyarakat (POM),Kab. Magetan akan menggelar kegiatan Pekan Olahraga Kelurahan (PORKEL) tahun 2025. Kegiatan tersebut sekaligus sebagai ajang meramaikan simbolis launching Kampung Olahraga Kelurahan Takeran serta memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia ke – 80 agar meng inspirasi desa/kelurahan lain.
"Acara GEBRAK (Gerak Bersama Masyarakat) dari Kemenpora RI dilaksanakan di Takeran karena wilayah ini telah resmi menyandang status sebagai Kampung Olahraga, menjadikannya pusat aktivitas kebugaran massal yang dinilai paling siap di Kabupaten Magetan.
Melalui kesiapan tersebut, Takeran berhasil membawa Kabupaten Magetan terpilih masuk ke dalam Top 8 Nasional sebagai satu dari hanya delapan wilayah di seluruh Indonesia (bersama kota besar lain seperti Bali, Mataram, dan Sidoarjo) yang dipercaya menjadi lokasi pelaksanaan program strategis nasional ini.
Berikut adalah beberapa faktor utama mengapa Kemenpora RI memilih Lapangan Kelurahan Takeran sebagai lokasi acara yang berlangsung pada Desember 2025 lalu:
Status Kampung Olahraga Terpilih:
Kemenpora membidik wilayah yang memiliki komitmen berkelanjutan dalam membudayakan olahraga di tingkat akar rumput. Kelurahan Takeran dinilai memenuhi kriteria tersebut.
Kesiapan Infrastruktur Komunitas:
Fasilitas Publik yang Hidup Lapangan Kelurahan Takeran (Rogojati) dinilai memenuhi syarat sebagai pusat aktivitas kebugaran massal yang ideal. Infrastrukturnya tidak sekadar menjadi tempat olahraga formal, melainkan sukses bertransformasi menjadi ruang publik terintegrasi yang menghidupkan sektor ekonomi kreatif kuliner lokal bagi warga sekitarnya. (sumber: https://www.instagram.com/kelurahan_takeran/)
Tingginya Antusiasme Warga:
Partisipasi aktif dan kesadaran masyarakat Takeran terhadap gaya hidup sehat dinilai sangat tinggi oleh pusat. Hal ini sejalan dengan misi utama Kemenpora untuk membangun jaringan komunitas olahraga yang solid dari tingkat akar rumput.
Keberhasilan Event Lokal:
Sebelum program Kemenpora masuk, Kelurahan Takeran sudah mengambil langkah proaktif meluncurkan status sebagai "Kampung Olahraga" yang terintegrasi. Mereka rutin menggelar Pekan Olahraga Kelurahan (Porkel) yang melibatkan seluruh lapisan warga secara swadaya. Kesiapan fondasi inilah yang meyakinkan pemerintah pusat bahwa Takeran adalah wilayah yang paling siap menerima stimulus program nasional. (sumber: https://seputarjatim.co.id/magetan-masuk-top-8-nasional-program-gebrak-kemenpora-sukses-getarkan-kampung-olahraga-takeran/)
Sinergi Kuat Antara Pemerintah Daerah dan Akademisi
Faktor kunci terpilihnya Takeran juga didorong oleh komitmen penuh dari Pemerintah Kabupaten Magetan, Dispora Magetan, Pemerintah Kelurahan Takeran, tim USC dari Unesa serta Penggerak Olahraga Masyarakat (POM) Kabupaten Mageta yang melakukan pendampingan teknis dan penilaian kebugaran di lapangan. (sumber : https://www.instagram.com/kelurahan_takeran/)
- Tangga Lincah (melatih kelincahan kaki dan koordinasi motorik).
- Goboy & Estafet Pilah (menggabungkan latihan ketahanan fisik dan ketangkasan berpikir).
- Menara Kilat & Paling Bugar (menguji kekuatan otot inti serta tingkat kebugaran kardio warga).
DARI TAKERAN UNTUK INDONESIA
*TAKERAN URIP*
Unggul, Resik, Inovatif dan Produktif